28 November 2011

Resensi Super Duper Telat

RESENSI FILM 3 IDIOT

Film Bollywood yang sangat terkenal karena alur cerita dan pendalaman karakter ini agak berbeda dengan film-film Bollywood lainnya yang kebanyakan menceritakan seputar masalah percintaan yang ber-ending menari di padang rumput dan saling menangis serta dikemas dengan tarian & nyanyian yang menjadi ciri khas film Bollywood. Film ini bercerita tentang 3 orang mahasiswa engineering, Rancho, Raju,dan Farhan di ICE, universitas nomor 1 di India. Berawal dari teman sekamar, mereka yang berasal dari latar keluarga berbeda entah bagaimana akhirnya bisa akrab. Rancho merupakan mahasiswa jenius dan memiliki saingan yaitu Chatur, sedangkan Raju dan Farhan adalah mahasiswa dengan nilai pas-pasan. Rancho sangat tidak setuju dengan sistem pendidikan rektor ICE, Viru Sahastrabudhhe, yang mengajarkan bahwa hidup adalah kompetisi dan harus mampu bersaing menjadi yang terbaik. Para mahasiswa dididik untuk belajar dengan sistem textbook dimana mereka hanya menghafal dan tidak memahami apa yang dipelajarinya. Viru S pun memberi julukan “idiot” kepada 3 sekawan itu karena mereka seringkali tertangkap membuat keonaran yang menurut Viru S tidak baik dan merusak kondisi belajar mengajar di Universitasnya. Film ini diwarnai sesuai dengan kehidupan mahasiswa yang penuh dengan kisah cinta, pertemanan, kesetiaan, dan konflik-konflik. Rancho yang kemudian jatuh cinta kepada Phia, yang tak lain adalah anak rektor Viru S. Lalu, Raju yang tertekan karena ancaman dari Viru S untuk mengeluarkannya dan akhirnya berniat untuk bunuh diri, sampai Farhan yang memiliki impian terpendam untuk menjadi fotografer hewan liar tetapi ditentang oleh ayahnya yang ingin sekali Farhan menjadi insinyur sukses.

Dilihat dari segi teknis, film ini memiliki teknik pengambilan gambar yang cukup baik, angle-angle shot diambil dengan baik dan sesuai dengan adegan. Setting latar tempat maupun waktu disesuaikan dengan keadaan India yang sebenarnya dan tidak menimbulkan kesan berlebihan. Seperti saat Farhan dan Raju mengendarai mobil melewati pegunungan-pegunungan khas India Utara ataupun lembah-lembah dengan sungai berair jernih terlihat sangat alami. Namun yang kurang pas adalah fade in-out dari satu scene ke scene lainnya yang terkadang membuat adegan kurang rapih dan lighting yang terkadang kurang pas untuk adegannya.

Sedangkan dari segi premis, film ini memiliki banyak sekali pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya. Sifat Rancho yang optimis dan tidak mudah putus asa dalam belajar mengajarkan kita bahwa setiap masalah pasti bisa diselesaikan jika kita mau berusaha, dan dengan berkata “all is well” permasalahan memang tidak langsung terselesaikan tapi hati akan menjadi lebih tenang dan akhirnya kita dapat berpikir jernih untuk memberi solusi dalam setiap permasalahan. Dalam hidup, kita tidak boleh mengejar kesuksesan, melainkan kesempurnaan. Maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Dalam film, Rancho menceritakan tentang singa dalam sirkus yang terlatih bukan terdidik. Pesan moral yang tak kalah pentingnya menyangkut tentang sistem pembelajaran di India yang masih berupa textbook, yaitu dengan menghafal dan terlalu terpaku pada buku tanpa memahami isinya. Sistem yang seperti ini justru membuat kita tidak mandiri dan mindset tertutup akan kreatifitas dan inovasi yang bisa kita buat, yang pada akhirnya akan membuat kita tidak maju. Pesan ini dapat memberi masukan bagi bidang pendidikan di Indonesia yang juga masih berupa textbook dan mencari nilai tanpa memahami pelajaran dengan pasti. Contoh dalam film, Chatur menjadi perwakilan dalam memberi pidato pada Hari Guru, namun ia hanya menghafal tanpa memahami apa isi teks yang dibuat. Akhirnya ia dipermalukan karena saat pidato, ternyata Rancho telah merubah isi teks tersebut. Persahabatan merupakan hal yang terpenting karena suatu saat kita pasti akan membutuhkan bantuan, seperti saat Rancho membantu kakak Phia yang akan segera melahirkan. Lalu, jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain tentang kita karena kitalah yang menjalaninya bukan mereka. Ikuti apa kata hati dan minat kita dan jangan mengikuti keputusan orang tua, ataupun pendapat orang lain agar kita tidak akan menyesal kemudian.

Dari segi estetis, 3 Idiots masih sangat sarat dengan budaya film Bollywood lainnya yaitu mengandung unsur nyanyian dan tarian, namun dalam film ini hanya berkesan sebagai pelengkap dan tidak dijadikan adegan-adegan utama, sehingga penonton tidak merasa bosan dengan film India yang plot dan adegannya itu-itu saja. Penyutradaraan oleh Rajkumar Hirani dalam film ini, didukung dengan naskah yang menarik membuat film ini jauh lebih kaya, berisi, padat, dan sarat pesan. Film ini terlihat sederhana dan jauh dari kesan "dangdut" Ceritanya juga masuk akal dan tidak mengada-ada. Bahasa yang digunakan dalam film ini yaitu Inggris campur India yang memberi kesan aneh ditambah para aktor yang masih lekat dengan aksen India. Hal ini dapat dihindari jika dalam film diberi subtitle karena bahasa India masih kurang umum di masyarakat dunia, namun bagi saya justru hal ini merupakan salah satu hal yang membuat adegan-adegan jadi semakin lucu dan "memorable". Oleh karena itu bagi yang belum menonton film ini, saya sarankan untuk segera menontonnya karena film ini sangat worth it!


Jasmine Afra

XII Alam 4

Tidak ada komentar: